MAYANGAN - Wilayah perbatasan menjadi daerah paling rawan diterpa bencana angin puting beliung. Wilayah perbatasan yang dimaksud, yakni antara dataran rendah dan tinggi atau area sawah dan permukiman penduduk.
“Yang rawan itu di daerah batas. Sawah dan permukiman warga, atau dataran tinggi dan rendah,” kata Kasi Data dan Informasi pada BMKG Juanda, Bambang Setiajid kepada Jawa Pos Radar Bromo saat dikonfirmasi, kemarin (4/2).
Dia menjelaskan, angin puting beliung muncul dari awan kumolonimbus (CB) yang menjulang tinggi. Awan itu muncul oleh pengua pan yang tinggi pula di daratan. Karena itu, waktu rawan terjadinya puting beliung yakni saat terjadi jeda hujan.
“Kalau hujannya turun setiap hari, potensinya (munculnya puting beliung) malah turun. Tapi, kalau sekarang hujan, kemudian satu sampai dua hari tidak, ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar